Ngeri! Bangunan Sekolah Nyaris Roboh, Siswa SD di Mekarmulya III Ini Belajar Diteras

Ngeri! Bangunan Sekolah Nyaris Roboh, Siswa SD di Mekarmulya III Ini Belajar Diteras

Kondisi Sekolah Dasar Negeri Mekarmulya III Karawang sungguh sangat Memprihatinkan.

KARAWANG, Beritaimn.com Tersebar di media sosial, video curhatan seorang wali murid SDN Mekarmulya III Karawang yang memperlihatkan kondisi ruang belajar sangat memperihatinkan dan murid yang belajar beralaskan keramik tanpa meja dan kursi.

Ironis memang. Di kabupaten kota industri yang juga lumbung padi, masih ada, kondisi SDN Mekarmulya III memperihatinkan. Pasalnya, sekolah Negeri satu ini memiliki kondisi bangunan yang tidak layak pakai untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.

Selain kondisi atap yang keropos yang dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa roboh, siswa SDN Mekarmulya III yang beralamat di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang tersebut melaksanakan proses belajar mengajar dengan beralaskan keramik tanpa meja dan kursi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SDN Mekarmulya III Jayadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta kepada pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang untuk merenovasi sekolah, namun belum ada perbaikan sampai saat ini.

“Sudah, pak. Kita tahun 2018 lalu sudah melaporkan kepada Disdikpora dan mengajukan renovasi sekolah, tapi sampai saat ini belum diperbaiki juga,” ungkapnya.

Lanjutnya, ia juga mengatakan dari pengajuan tersebut hanya baru dilakukan survei lapangan oleh pihak dinas. “Ada, waktu tahun 2021 kemarin, ada orang survei melihat kondisi sekolah kita ini,pak. Saya kira akan langsung ditangani ditahun itu, ternyata tidak. Dan sampai sekarang belum ada tindak apapun lagi, kita pun memperbaiki beja kursi sendiri, itu pun masih kurang untuk anak2 belajar,” ujarnya.

Kemudian, pada kesempatan tersebut juga ia mengatakan bahwa dari 7 ruangan yang ada, hanya 4 ruangan saja yang masih layak digunakan, 3 ruangan lainnya rusak berat. “Ya mau gimana lagi, kita yang bener-bener bisa digunakan untuk proses belajar mengajar hanya 3 ruangan saja, jadi anak-anak digabung belajarnya, itu pun kalau enggak hujan, kalau hujan kita kerepotan bocor sana-sini dan untuk ruang kantor kondisinya masih baik,” ucapnya.

Melihat kondisi sekolah dimana tempat ia mengajar dan bekerja tersebut, ia meminta kepada dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten Karawang segera memperbaiki sekolahnya tersebut, mengingat kekhawatiran atap bangunan roboh yang selalu menghantui para guru dan wali murid.

“Kita minta segera dibenahi, khawatir anak-anak takut kenapa-kenapa, dilihat sendiri bangunannya bagaimana, kita sudah 3 tahun lebih bertahan seperti ini, menunggu kepastian renovasi. Jadi, mohon bantuan renovasinya, demi anak-anak kita bisa belajar dengan aman dan nyaman,” Pungkasnya. (***)