Tangis Pecah di Jayakerta Karawang, Balita 2 Tahun Tewas Tercebur Dalam Ember Besar Berisi Air

Tangis Pecah di Jayakerta Karawang, Balita 2 Tahun Tewas Tercebur Dalam Ember Besar Berisi Air

Spread the love

KARAWANG, Beritaimn.com Peristiwa memilukan, seorang balita ditemukan tewas tersungkur di dalam sebuah ember besar berisikan air, di Dusun Krajan A RT 16 RW 004, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Keluarga balita tersebut menangis histeris dan sedih melihat anaknya sudah tak bernyawa, Sabtu (14/10/2023).

Balita tersebut, bernama Muhammad Farel Alfariji (2), anak dari Ibu Karin. Korban tenggelam di ember milik Elah yang merupakan kaka dari ibu korban. Siang itu, korban bermain di belakang rumah ibu elah, korban masuk melalui samping rumah belakang dan langsung menuju ember besar yang berisikan air. “Kebetulan Pandi kake korban pada saat itu, sedang membuang sampah kebelakang rumah tetapi belum ada korban di situ, di tempat kejadian, setelah saya membuang sampah dan balik lagi ada sekitar 30 menit saya melihat ada bocah sudah tersungkur di dalam ember, pas saya angkat dan teriak minta tolong ternyata cucu saya yang tersungkur dan tenggelam setelah itu langsung di bawa ke Puskesmas, ternyata nyawanya sudah tidak bisa tertolong dan meninggal dunia, Saat itulah fandi melihat korban dalam kondisi tersungkur di dalam bak air yang mempunyai kedalaman 50cm, lebar 50 cm, dan panjang 80 Meter, terangnya.

Dikatakan pandi kakek korban, ternyata korban mempunyai kelainan fisik dari lahir di kedua tangannya, karena kedua pergelangan tangannya korban tidak normal seperti anak pada umumnya.

Sementara itu, pihak Pemerintahan Desa Kemiri Sekdes Gunawan menerangkan, “Kami selaku aparatur desa kemiri, Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang,mendapat laporan dari masyarakat RT.16 RW. 004 Dusun Krajan, bahwa ada anak kecil usia sekitar 2 tahunan kejebur ke dalam bak ember yang berisi air kemudian ditolong oleh kakeknya terus dibawa ke Puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong karena sudah meninggal di tempat kejadian,”ucapnya.

Sekdes menambahkan, dari pihak keluarga kepada pihak kepolisian meminta untuk tidak di otopsi karena semua itu adalah musibah, dan pihak keluarga sudah mengikhlaskannya.

Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Polres Karawang Bripka Andryanto.S.H, Bripka Priyo Yuli Kiswantoro dan piket Sabhara Bripka Fazar Lesmana serta Briptu Raja mendatangi lokasi Tempat Kejadian Perkara Bocah meninggal.

Korban meninggal diketahui bernama Muhammae Farel Alfarizqi (2) warga Dusun Krajan A RT.16 RW.004 Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang meninggal akibat terperosok masuk ke dalam ember besar berisikan air yang berada tidak jauh dari rumah korban, Sabtu (15/10/2023).

Kapolres Karawang Polda Jabar AKBP. H.Wirdhanto Hadicaksono.S.H.,S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Rengasdengklok Kompol Yuswandi.S.H.,M.H mengatakan, setelah menerima laporan. Anggota piket fungsi unit reskrim dan piket unit sabhara langsung mendatangi lokasi dan melakukan Olah TKP.

“Anggota Piket Reskrim bersama unit Sabhara langsung menuju TKP untuk melakukan Olah TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi terkait kronologis penyebab kematian Balita tersebut,” Kata Kapolsek Kompol Yuswandi, Sabtu (14/10/2023).

Kapolsek menjelaskan, dari hasil olah TKP dan keterangan dari saksi- saksi dilokasi kejadian korban saat itu ditemukan sudah dalam posisi tersungkur di sebuah ember besar yang berisikan air dengan posisi kepala dibawah. ‚ÄúDari hasil olah TKP dan keterangan saksi Sdr. Pandi (65Th) yang juga merupakan kake korban. Diketahui korban meninggal sekitar pukul.11.20 Wib, pada saat itu saksi sehabis makan siang dan hendak membuang sampah disamping rumah, setelah membuang sampah saksi hendak mencuci tangan dan melihat korban sudah dalam keadaan posisi tersungkur dengan posisi kepala di bawah air dan kaki di atas,” jelasnya

Masih menurut Kapolsek, setelah saksi saudara Pandi menemukan korban, kemudian saksi mengangkat kaki korban dan membawa ke rumah sambil meminta pertolongan kepada warga. “Jadi setelah saksi mengetahui korban dalam keadaan meninggal dengan posisi kaki diatas kemudian saksi mengangkat korban dan membawa ke rumah sambil meminta pertolongan saksi kedua yang juga merupakan paman korban, setelah itu dibawa ke Puskesmas Jayakerta namun korban sudah meninggal dunia,”ungkapnya.

Saat ini kasus tersebut tengah ditangani pihak unit Reskrim Polsek Rengasdengklok dan dugaan sementara korban meninggal dunia karena tenggelam di dalam bak yang berisikan air. (*)

Tinggalkan Balasan