Rekonstruksi  Kasus Penganiayaan Atlit Di Pekanbaru Berjalan Aman Dan Lancar

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Atlit Di Pekanbaru Berjalan Aman Dan Lancar

Spread the love

Berita IMN.com-Pekanbaru Jumat 8 September.

Perkara kasus penganiayaan Atlit yang sempat viral di kota Pekanbaru beberapa bulan yang lalu, telah memasuki tahap Rekonstruksi.

Rekonstruksi dipimpin oleh Iptu Renaldi yudista PS Kanit satu Satreskrim Polresta Pekanbaru berserta tim olah TKP, Dan Rekonstruksi di laksanakan langsung di TKP ( Tempat kejadian perkara) yaitu GOR rumbay Tepatnya di Balai Chevron Tanjak Laksamana.

Pada saat rekontruksi selain tim dari Polresta dan kejaksaan, tampak hadir kuasa hukum dari kedua belah pihak, Berserta pengurus cabor yang menyaksikan jalannya rekontruksi.

rekonstruksi sendiri belansung lancar dan aman Tampa ada keributan, sampai degan rekontruksi selesai di gelar.

Pada saat Rekonstruksi selesai di gelar media ini mencoba mewawancarai¬† kuasa hukum korban Muhammad Farhan Law Office bersama tim Muhajirin S.H Vondy Frananda SH beserta asisten Abdullah riyadi S.H, dalam tanggapannya, pengacara farhan menyampaikan ” bahwah pihaknya hadir dan menyaksikan rekontruksi hari untuk mencari fakta kejadian yang sebenarnya terjadi, dan juga kita dalam kesempatan ini menyampaikan rasa terima kasih kita kepada pihak Polresta yang sudah bersedia melakukan rekonstruksi ini dan kita akan menunggu proses selanjutnya ”

Ditempat terpisah sekretaris umum Forki Lukman hakim menyampaikan kepada media ini ” Tentunya kita semua berharap, karena ini merupakan aset penting dari Provinsi Riau yang akan bertanding di level yang lebih lanjut,setelah ini akan ada PON dan Popnas tentunya akan berlanjut ke ajang internasional, Dan kita berharap mereka ini bisa menyelesaikan kasus ini tentu degan perdamaian sehingga hal-hal lanjut terkait hukum yang dapat merugikan kedua anak bangsa ini dapat kita cegah dan tentunya menjadi pelajaran yang berharga kepada kami selaku pengurus maupun pelatih dan segenap insan olahraga”¬† tuturnya.

Tinggalkan Balasan