Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) tahun 2023 di Pekanbaru

Rakor Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) tahun 2023 di Pekanbaru

Spread the love

 

BeritaIMN.com MERANTI – Mewakili Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Wan Zulkifli mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan dan Pembinaan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) tahun 2023 di Grand Central Hotel Pekanbaru, Kamis (20/7/2023).

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Provinsi Riau Brigjen Pol Robinson Siregar mengatakan berdasarkan Unodc World Drug Report Tahun 2022, tercatat 284 juta jiwa pelaku penyalahgunaan di dunia, dengan rentang usia 15-64 tahun. Jumlah tersebut tersebar di berbagai negara dan didominasi oleh generasi muda pada usia produktif.

“Untuk itu, setiap pemerintah kabupaten/kota harus tanggap ancaman bahaya narkoba dengan melakukan kebijakan Kota Tanggap Ancaman Bahaya Narkoba,” ujar Robinson.

Menurutnya, Rakor yang dilqksanakan tersebut merupakan media komunikasi bagi BNN, baik di lingkup provinsi maupun kabupaten/kota untuk berkoordinasi dan bersinergi.

“Untuk bekerja sama dengan para unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan terkait dengan pelaksanaan kebijakan Kotan,” sebutnya.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution saat membuka Rakor tersebut, menyampaikan kebijakan dan strategi dalam mewujudkan Kotan merupakan pengayaan orientasi visi pembangunan kota berkelanjutan dan berdaya saing pada Tahun 2045. Kondisi atau status kabupaten/kota yang tanggap terhadap sebagai potensi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Adapun ruang lingkup kota tanggap ancaman narkoba mencakup aspek manusia, infrastruktur manajemen, kelembagaan, dan kebijakan daerah yang secara keseluruhan merupakan bagian inti atau substansi pembangunan kota,” jelas Wagub Edy.

Usai mengikuti Rakor, Wan Zulkifli mengatakan siap melaksanakan hasil dalam Rakor tanggap narkoba tersebut. Hal itu, tambahnya, merupakan hal penting mengingat kondisi geografis Meranti yang dikelilingi laut dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Posisi Meranti sangat rawan terhadap peredaran narkoba maupun penyalahgunaannya. Lewat Rakor ini kita akan bersinergi, baik dengan Pemprov, BNN dan juga satuan kerja terkait lainnya,” ungkap Kepala Kantor Kesbangpol Meranti itu

Mindo***