Antisipasi Gagal Ginjal Akut, Dinkes Karawang: Minta Orangtua Perhatikan volume Urine Anak

- Penulis

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 01:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gagal ginjal akut pada anak.(Shutterstock/Shidlovski).

i

Ilustrasi gagal ginjal akut pada anak.(Shutterstock/Shidlovski).

Ilustrasi gagal ginjal akut pada anak.(Shutterstock/Shidlovski).

KARAWANG, Beritaimn.com Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengimbau para orangtua memerhatikan volume urine anak, yang disertai gejala tertentu.

Kepala Dinas Kesehatan Endang Suryadi mengatakan, jika ditemukan volume urine berkurang dari biasanya, dianjurkan langsung dibawa ke rumah sakit. Terutama jika disertai gejala seperti diare, mual, muntah, dan demam.

“Yang tadinya kencingnya tiba-tiba sedikit, rentang waktunya 12 sampai 24 jam. Maka langsung bawa anak ke rumah sakit jangan ke Puskesmas atau klinik,” kata Endang di Gintungkerta, Klari Karawang, Rabu (19/10/2022).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Endang pun mengingatkan, rumah sakit yang dimaksud adalah rumah sakit yang memiliki fasilitas HCU dan ICU. Nantinya, dokter akan melakukan analisis dan menegakkan dianosis apa yang terjadi pada anak. “Nanti akan ditanyakan habis minum obat apa. Ketika kencingnya berkurang, berarti berefek kepada ginjal kita,” ujar Endang.

Baca Juga:  Dua Kelompok Pelajar Terlibat Tawuran di Gang Dekat SMPN 3 Karawang

Sementara itu untuk penyetopan penggunaan obat sirup bebas, Dinkes Karawang masih menunggu arahan pasti dari Kementerian Kesehatan. “Kita masih menunggu arahan langka jelas dari Kementerian Kesehatan,” katanya.

Akan tetapi, pihaknya telah mengumumkan kepada seluruh fasilitas kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat sirup hingga ada pengumuman resmi. Seluruh apotek juga diminta tak menjualnya.

Ketika terjadi sakit pada anak, kata Endang, orang tua tidak perlu khawatir. Mereka bisa meminta obat dari arahan dokter di puskesmas atau klinik dalam bentuk obat puyer.

Endang mengatakan, sirup obat batuk ditemukan mengandung bahan yang memicu gagal ginjal akut pada anak usia 0 sampai 18 tahun.

Namun didominasi pada anak usia 0 hingga lima tahun atau balita. Namun ia memastikan yang berbahaya buka parasetamol, tapi kandungan lain pada sirup. (***)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel beritaimn.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Didik, Direktur PT Rahayu Utomo Jaya: Aksi Masyarakat Itu Adalah Bagian dari Demokrasi
Bantu Warga Masyarakat Korban Banjir Di Kelurahan Polonia Bapak Putra Marbun Jadikan Rumahnya Tempat Mengungsi
Pelindo Dumai Peduli: Wujud Kepedulian Sosial untuk Warga Sekitar Pelabuhan
Rampas 08 Berdaulat Jatim Peringati Hari ORI dan HAKtP 2025, Bersama OJK Jatim, Polrestabes Surabaya Dan DP3APPKB Surabaya
Om Bob Layangkan Surat Audensi Ke Kantor DPRD Pati, Agenda Batal Merasa Kecewa
Pemeriksaan Tanah oleh Tim Panitia A di Kelurahan Kutowinangun Kidul
Rakor Lintas Kementerian, Menteri ATR/Kepala BPN Dorong Harmonisasi Aturan Sempadan Sungai
Bahas Penertiban Sempadan Sungai, Menteri Nusron Ingatkan Pentingnya Langkah Antisipatif Jelang Musim Hujan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 20:48 WIB

Didik, Direktur PT Rahayu Utomo Jaya: Aksi Masyarakat Itu Adalah Bagian dari Demokrasi

Rabu, 3 Desember 2025 - 02:47 WIB

Bantu Warga Masyarakat Korban Banjir Di Kelurahan Polonia Bapak Putra Marbun Jadikan Rumahnya Tempat Mengungsi

Sabtu, 29 November 2025 - 03:21 WIB

Pelindo Dumai Peduli: Wujud Kepedulian Sosial untuk Warga Sekitar Pelabuhan

Sabtu, 29 November 2025 - 00:25 WIB

Rampas 08 Berdaulat Jatim Peringati Hari ORI dan HAKtP 2025, Bersama OJK Jatim, Polrestabes Surabaya Dan DP3APPKB Surabaya

Rabu, 12 November 2025 - 11:46 WIB

Om Bob Layangkan Surat Audensi Ke Kantor DPRD Pati, Agenda Batal Merasa Kecewa

Berita Terbaru