PANTAI CERMIN, SERGAI – Genangan air setinggi lutut orang dewasa masih menyelimuti Desa Pantai Cermin Kanan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Hujan yang mengguyur selama beberapa hari terakhir membuat rumah warga terendam dan aktivitas terganggu. Namun di tengah situasi banjir itu, Sabtu (29/11) sore menjadi titik hadirnya harapan baru.
Di antara riak air yang mengalir di jalan desa, tampak langkah-langkah penuh kepedulian. Anggota DPRD, Polsek Pantai Cermin, Koramil 08/Pantai Cermin, bersama Ormas Pemuda Pancasila, turun langsung menyusuri pemukiman warga untuk membagikan paket bahan pangan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DPRD Sumut Ziad Ananta dan Anggota DPRD Sergai Meriyanto Asom, Wakapolsek Pantai Cermin Iptu Sahban yang hadir mewakili Kapolsek AKP Frido Manik, bersama Ipda Brimen, serta personel Koramil Serda Simanjuntak, mendatangi rumah-rumah warga satu per satu. Mereka tidak hanya melihat dari jauh, tetapi memastikan bahwa setiap pintu yang mereka ketuk mendapat sentuhan kepedulian—menyapa, mendengar, dan memberikan dukungan langsung.
Pengurus Pemuda Pancasila Kabupaten Sergai dan Kecamatan Pantai Cermin turut hadir dalam kegiatan ini. Bagi mereka, aksi kemanusiaan ini bukan sekadar pembagian paket pangan, melainkan wujud nyata dari semangat gotong royong—nilai luhur yang sejak dahulu menjadi kekuatan masyarakat Indonesia saat bencana datang melanda.
Warga yang menerima bantuan tampak menghela napas lega. Meski air masih merayap, kedatangan rombongan membawa rasa hangat yang menenangkan, seolah menyampaikan bahwa mereka tidak berdiri sendiri menghadapi cobaan ini. Senyum-senyum kecil yang tumbuh di wajah warga menjadi tanda bahwa kepedulian mampu menembus dinding kesulitan.
Sinergi lintas sektor ini menyampaikan pesan kuat: kepedulian tidak mengenal batas. Aparat, legislatif, dan organisasi masyarakat bergerak dalam satu irama—mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan, meringankan beban, dan hadir sebagai kekuatan bersama. Karena pada akhirnya, bencana tidak hanya tentang air yang menggenang, tetapi tentang bagaimana manusia saling menguatkan dan peduli satu sama lain.














